REKOMENDASI OBJEK WISATA DI KOTA TERNATE
NARASI ATRAKSI
WISATA
BENTENG KASTELA
Benteng Kastela, terletak di pesisir barat Kota Ternate, Maluku Utara, adalah salah satu situs bersejarah paling tua dan sarat makna di wilayah timur Indonesia. Dibangun oleh bangsa Portugis pada tahun 1522, benteng ini merupakan simbol awal masuknya kekuatan kolonial Eropa di kepulauan Maluku, yang kala itu dikenal sebagai "Kepulauan Rempah-rempah." Benteng ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk konflik berdarah antara Kesultanan Ternate dan kekuatan kolonial, serta perjuangan rakyat lokal mempertahankan kedaulatan wilayahnya.
Dari segi arsitektur, Benteng Kastela menyuguhkan panorama unik peninggalan gaya militer Portugis abad ke-16 dengan struktur batu besar, meriam tua, dan reruntuhan dinding yang masih kokoh berdiri. Lokasinya yang menghadap langsung ke Laut Maluku juga menjadikan tempat ini strategis, baik dari sisi pertahanan militer maupun pariwisata modern. Saat ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut yang memukau, menyusuri sisa-sisa benteng sambil belajar tentang sejarah kolonialisme di Maluku, serta mengikuti narasi perjuangan Sultan Khairun yang dibunuh secara licik oleh Portugis di kawasan ini.
SECARA BUDAYA DAN HISTORIS
Secara
budaya dan historis, Benteng Kastela merupakan simbol perjuangan, identitas
lokal, dan titik awal interaksi budaya antara Eropa dan Maluku. Kisah benteng
ini sangat lekat dengan tokoh-tokoh penting seperti Sultan Khairun dan Sultan
Baabullah, yang dikenal luas sebagai tokoh pembebas rakyat Maluku dari
penjajahan Portugis. Nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan diplomasi yang
termuat dalam sejarah benteng ini menjadi warisan budaya tak benda yang patut
dilestarikan.
POTENSI WISATA BERKELANJUTAN
Potensi
wisata berkelanjutan di Benteng Kastela sangat besar. Selain menawarkan wisata
sejarah, kawasan ini juga cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi edukasi,
ekowisata pesisir, dan pariwisata berbasis komunitas. Pelibatan masyarakat
lokal sebagai pemandu wisata, pengelola cinderamata, dan penyedia jasa kuliner
khas Ternate dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa merusak nilai historis
dan lingkungan sekitar. Dengan pengelolaan yang tepat, Benteng Kastela dapat
menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga
menginspirasi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan sejarah bangsa.
ATRAKSI WISATA DI
KOTA TERNATE
ATRAKSI
WISATA ALAM:
1. DANAU TOLIRE:
Danau Tolire adalah salah satu objek wisata alam yang berada di kota Ternate, danau tolire ini berada di bawa kaki gunung gamalama yaitu gunug api tertinggi yang berada di provinsi maluku utara ( ternate). beberapa alasan para wisatawan mengunjungi tempat ini adalah karena tertarik dengan cerita rakyatnya dan pemandangan alam yang menyejukkan karena barada di bawah kaki gunung gamalama. Berdasarkan Sejarah geologi, terbentuknya danau tolire adalah akibat dari letusan freatik( letusan gunung berapi) yang pernah terjadi di daerah ini pada tahun 1775. Danau tolire besar memiliki keunikan tersendiri yaitu bentuknya yang menyerupai Loyang raksasa. untuk mengunjungi tempat ini membuhtuhkan waktu sekitar 60 menit dari pusat kota(bisa lebih cepat jika menggunakan kendaraan roda 2) dan di butuhkan jarak tempuh sekitar 20 Km.
Beberapa informasi yang kami dapat dari bapak ansar(40), selaku pengelola wisata danau Tolire:
Menurut bapak ansar yang telah mengabdi 10 tahun, objek wisata ini memiliki pengunjung yang menurun sangat drastic dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan, karena dipengaruhi oleh munculnyan objek wisata baru di nsekitar danau tolire. Untuk biaya masuk ke objek wisata danau tolire di hitung dari kendaraan, contoh: satu motor dengan pengendara di hitung RP.5000, jika menggunakan modil RP.10000 dan untung hitungan perorangan RP.2000.
ATRAKSI WISATA
BUDAYA:
2.
BENTENG KASTELA
sejarah benteng kastela adalah salah satu situs bersejarah penting yang terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Benteng ini merupakan peninggalan kolonial Portugis yang dibangun pada awal abad ke-16, tepatnya pada tahun 1522. Dalam catatan sejarah, benteng ini juga dikenal dengan nama Benteng Nossa Senhora de Rosario. Benteng ini menjadi simbol awal kedatangan bangsa Eropa di wilayah Maluku, yang saat itu dikenal sebagai pusat rempah-rempah dunia.
Menurut bapak Hasanudin, selaku juru pilihara benteng cagar budaya, usia
70 tahun, mengabdi dari 2014-2025,
mengatakan bahwa, sultan khairun meningal karena di bunuh oleh bangsa portugis,
pada saat itu sultan khairun di ajak kerja sama oleh bangsa portugis, beberapa
hari kemudian mereka adakan rapat di benteng, setelah sultan khairun tiba di
benteng, bangsa portugis melakukan penusukan dari belakang kepada sultan
khairun, saat itu jenazah sultan khairun di buang, dan tidak di ketahui oleh
siapapun, tiba-tiba jenazah sultan khairun di temukan di salah satu
perkampungan (foramadiahi). bapak Hasanudin juga mengatakan, Ketika tuorism
dari portugis kunjungan ke benteg kastela mereka membawa sebuah buku atau peta
peninggalan bangsa portugis, saat mereka ke benteng, mereka hanya menanyakan
sumur di dalam benteng, karena mereka melihat di peta bahwa di dalam benteng
ini terdapat sebuah sumur, tetapi saat kunjungan mereka tidak melihat sumur
tersebut, kata bapak hasanudin kemungkinan besar sumur tersebut berada di Tengah
masjid, dan kemungkinan jenazah sultan khairun di buang ke sumur.
3.
TARIAN SOYA-SOYA PENINGGALAN
SULTAN KHAIRUN
4. KULINER
KHAS TERNATE( TARA NO ATE)
Tara No Ate adalah salah satu kuliner khas Ternate yang memiliki cita rasa unik dan sarat makna budaya. Dalam bahasa Ternate, "Tara No Ate" berarti “makanan dari hati” atau “makanan dengan ketulusan,” yang mencerminkan filosofi masyarakat lokal dalam menyajikan hidangan sebagai bentuk kasih sayang dan keikhlasan. Hidangan ini biasanya berupa olahan makanan tradisional yang menggunakan bahan-bahan lokal seperti ikan, singkong, sagu, kelapa, dan rempah-rempah khas Maluku. Salah satu sajian yang sering disebut dalam konsep Tara No Ate adalah papeda dengan ikan kuah kuning, atau lauk-pauk berbumbu kuat yang menggambarkan kekayaan rasa dan tradisi maritim Ternate. Tara No Ate bukan hanya soal makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang mempererat hubungan sosial dalam setiap perjamuan.
ATRAKSI WISATA BUATAN
5.
WISATA WAILANGA
ALAMAT:
WISATA WAILANGA BERADA DI DESA TAKOME.
6. FITZZ PLAYKIDS
📍 Lokasi dan Akses
Terletak
di Ngade Puncak, Ternate, Fitzz Playkids dapat dijangkau dengan kendaraan
pribadi maupun transportasi umum. Lokasinya yang strategis memudahkan keluarga
untuk mengunjungi tempat ini.
Fasilitas dan
Wahana
Fitzz
Playkids menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung perkembangan motorik
dan sosial anak, antara lain:
·
Area
Playground: Dilapisi dengan bahan yang aman,
memungkinkan anak bermain dengan bebas.
·
Perosotan
dan Trampolin: Mendukung aktivitas fisik dan
koordinasi tubuh.
·
Permainan
Edukatif: Dirancang untuk meningkatkan
kreativitas dan imajinasi anak.
Dengan
desain interior yang ceria dan warna-warni, Fitzz Playkids menciptakan suasana
yang menyenangkan bagi anak-anak.
Manfaat untuk Anak.
Selain
sebagai tempat bermain, Fitzz Playkids juga berfungsi sebagai arena edukasi
yang membantu anak-anak dalam:
·
Mengembangkan keterampilan motorik
halus dan kasar.
REFLEKSI
TIM.
DAFTAR PUSTAKA
- Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara. (2019). Benteng Kastela Riwayatmu Dulu dan Kini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ramadhanny, Fitraya.
- Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara. (2019). Benteng Kastela Riwayatmu Dulu dan Kini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Liputan6.com. (2022). Cantiknya Danau Tolire yang Menyimpan Kisah Mistis. Liputan6.com
- Rohman, Taufiqur. (2021). Danau Tolire di Ternate, Danau Terindah yang Dikutuk Tuhan. Phinemo.
- SISPARNAS Kemenparekraf. (2022). Atraksi Pariwisata di Kota Ternate – Wailanga
1.
Komentar
Posting Komentar